Senin, 11 Desember 2017

besaran dan pengukuran



      1. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Menurut cara menentukan satuannya, tedapat dua jenis besaran, yakni besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu. Misalnya besaran panjang, waktu dan massa.Ini merupakan beasaran-besaran yang penting dalam mekanika.Besaran turunanadalah besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok. Satuan besaran turunan tergantung pada satuan besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas, volume, massa jenis, dan laju.Volume sebuah kubus yang memiliki rusuk 0,1 meter (misalnya) adalah 0,1 meter × 0,1 meter × 0,1 meter = 0,001 meter3. Massa jenis dipahami sebagai massa persatuan volume. Bila balok di atas terbuat dari suatu bahan tertentu sehingga massanya 0,5 kg, maka massa jenis bahan balok itu adalah (0,5 kg)/(0,001 m3) = 500 kg/m3. Laju sebuah kendaraan disepakati sebagai jarak yang ditempuh oleh kendaraan itu selama satu satuan waktu. Bila spedometer kendaraan yang anda naiki menunjukkan angka 60 km/jam terus menerus selama 15 menit, maka selama itu anda menempuh jarak 15 kilometer. Angka 60 km/jam yang menunjukan laju kendaraan anda didapatkan dari 15 km dibagi dengan 15 menit = ¼ jam.
Tabel 2.1 Tujuh besaran pokok yang lazim dikenal dalam ilmu fisika
No
Besaran pokok
Satuan
Singkatan
1
2
3
4
5
6
7
Panjang
Massa
Waktu
Kuat arus listrik
Suhu
Intensitas cahaya
Jumlah zat
Meter
kilogram
detik
ampere
kelvin
kandela
mole
m
kg
s
A
K
cd
mol
Dalam konferensi ke-IV pada tahun 1971 mengenai masalah ukuran dan timbangan, telah ditetapkan tujuh besaran pokok dan dua besaran tambahan. Ketujuh besaran pokok tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1. Dua besaran tambahan yang dimaksud adalah sudut datar dengan satuan radian (rad)dan sudut ruang dengan satuan steradian (sr). Sementara itu, contoh beberapa besaran turunan dengan satuan sistem internasionalnya dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Contoh besaran turunan
No
Besaran
Satuan
Singkatan
1
2
3
4
5
Gaya
Usaha
Tekanan
Massa jenis
Luas
newton
joule
pascal
kg/m3
m2
N(kg.m.s-2)
J(kg.m2.s-2)
P(kg.m-1.s-2)
kg /m3
m2
Tabel 2.3 Faktor pengali dan nama awalannya



      1. Sistem Internasional
Salah satu pekerjaan seorang ilmuwan dalam proses ilmiah adalah mengkomuni-kasikan atau melaporkan hasil-hasil pengamatannya kepada masyarakat khususnya masyarakat ilmiah. Bila seseorang memberitahukan hasil-hasil pengukurannya kepada masyarakat ilmiah maka ia harus memenuhi aturan atau format-format tertentu yang telah disepakati. Sesuatu yang telah disepakati ini disebut standar. Anda akan bingung bila tiba-tiba datang kepada anda seorang asing (mungkin makhluk yang berasal dari luar tata surya kita) dan mengatakan bahwa ia datang dari suatu tempat yang jaraknya 100 “milita” dari tempat anda berada. Apa itu “milita”? Yang jelas “milita” adalah satuan panjang.Tetapi berapa satu milita? Berbeda halnya kalau orang asing itu mengatakan bahwa ia datang dari suatu tempat yang jauhnya 50 kilometer dari tempat anda berada. Mengapa?Betul, karena kita telah paham berapa satu kilometer itu.
Besaran pokok maupun besaran turunan dapat diukur dengan menggunakan satuan yang telah baku maupun satuan yang belum baku. Penggunaan berbagai satuan tersebut tentu akan menimbulkan berbagai masalah. Untuk mengatasi hal ini, di Perancis pada tahun 1790 telah didefinisikan dan disepakati suatu standar sistem satuan yang berlaku secara menyeluruh di Eropa saat itu dengan mendefinisikan standar panjang dalam meter. Sistem ini dikenal dengan sistem metrik dan merupakan sistem alternatif selain sistem Inggris yang juga berlaku pada saat itu terutama di Inggris. Meskipun sistem metrik ini sudah digunakan untuk jangka waktu yang lama secara internasional, namun penggunaan istilah Sistem Internasonal (SI) baru dimulai sejak tahun 1970. Sistem internasional ini diturunkan dari sistem metrik sehingga sistem ini lebih populer dengan nama sistem metrik.Pembuatan sistem yang seragam secara internasional bertujuan agar memperoleh keseragaman dalam pengukuran sehingga dapat dipakai di seluruh dunia.Jadi, bukan berarti Sistem Internasional ini merupakan sistem yang terbaik.
Sistem internasional diturunkan atas dasar bilangan kelipatan 10 atau sistem desimal agar sesuai dengan dasar bilangan yang digunakan di seluruh dunia. Sistem internasional ini juga mudah diterapkan karena sesuai dengan jumlah jari tangan manusia sehingga dalam pengajaran dapat digunakan alat-alat peraga yang sederhana terutama untuk menerangkan tangga/jenjang konversi.
Untuk menyatakan hasil pengukuran yang bernilai sangat besar maupun sangat kecil dalam sistem internasional, dapat dilakukan dengan menambahkan awalan pada sistem besaran pokoknya. Beberapa awalan yang digunakan dalam sistem internasional dapat dilihat pada Tabel. 2.3.
Sekarang hendak dibicarakan satu persatu standar untuk masing-masing besaran pokok tersebut.
Standar panjang.Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sistem metrik sudah dicetuskan sejak tahun 1790 oleh Lembaga Nasional Perancis. Dalam sistem ini, besaran panjang mempunyai satuan meter, yang pada awalnya didefinisikan sebagai sepersepulluh juta (10-7) jarak di permukaan Bumi antara kutub Utara ke Khatulistiwa dengan melewati kota Paris di Perancis. Satuan ini ditetapkan secara hukum pada tahun 1799. kemudian, satu meter didefinisikan sebagai jarak antara dua buah goresan pada meter standar yang terbuat dari bahan campuran platina dan iridium pada suhu 0o C. Standar Lembaga Berat dan Pengukuran Internasional di kota Sèvres, yaitu sebuah kota kecil yang terletak di dekat kota Paris.
Standar meter ini tidak digunakan lagi sejak tahun 1960 dengan berbagai alasan, salah satunya adalah ketelitian lagi untuk digunakan dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat itu. Di samping itu, para ahli juga menyadari bahw penggunaan meter standar yang terbuat dari paduan platina-iridium ini kurang praktis dan mengalami pemuaian, walauun sangt kecil sekali, sehingga mereka menginginkan suatu meter standar yang dapat digunakan setiap saat.
Dalam konferensi yang membahas masalah berat dan ukuran tahun 1960, disepakati suatu pendefinisian baru mengenai suatu besaran panjang. Pada pertemuan tersebut ditetapkan bahwa satu meter adalah panjang yang nilainya sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang sinar merah-jingga dalam ruang hampa yang dipancarkan oleh atom-atom gas kripton-86. Mengapa digunakan gas kripton-86? Dibandingkan dengan zat lainnya, kripton-86 mampu menghasilkan garis-garis interferensi yang tajam dan jelas. Tetapi pada tahun 1983, definisi satu meter diubah lagi menjadi jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa dalam selang waktu 1/299.792.458 detik. Definisi terakhir ini terasa lebih mengesan.
Dalam keseharian, pengukuran panjang, lebar, tinggi dan kedalaman tidak dilakukan dengan cara membandingkan langsung benda yang akan diukur dengan standar meter, melainkan dengan menggunakan alat pembanding, yaitu alat ukur yang sudah ditera sedemikian rupa sehingga satu meter yang ditunjukkan oleh alat ukur itu betul-betul satu meter sesuai standar. Pada alat ukur akan dijumpai skala ukuran yang menunjukkan satuan panjang dan merupakan bagian dari meter, misalnya milimeter atau centimeter. Berdasarkan skala ini panjang suatu benda yang sedang diukur dapat ditentukan dan terbaca.
Standar massa.Untuk mengukur massa suatu benda dibutuhkan pula acuan yang jelas. Untuk itu telah didefinisikan standar massa yang disebut kilogram (kg). Satu kilogram adalah massa silinder campuran (alloy) platina-iridium yang mempunyai diameter dan tinggi yang sama, sebesar 39 mm yang disimpan di Lembaga Berat dan Pengukuran Internasional di kota Sèvres. Standar massa kilogram ini telah ditetapkan sejak tahun 1901 dan tidak berubah sampai sekarang. Hal ini disebabkan bahan pembuat standar massa merupakan paduan yang sangat stabil, yakni campuran (alloy) platina-iridium Dalam penerapannya, beberapa negara mem-buat tiruan atau duplikat standar massa terse-
but. Standar massa duplikat inilah yang digunakan sebagai standar massa di masing-masing negara-negara tersebut.
Standar waktu.Standar wktu yang masih digunakan sampai saat ini adalah sekon (detik).Seperti halnya standar panjang, standar waktu secara internasional ini juga mengalami perubahan. Pada awalnya satu detik didefinisikan sebagai (1/60)(1/60)(1/24) hari matahari rata-rata. Jadi, satu detik adalah 1/86400 hari matahari rata-rata. Kemudian, para ahli menyadari bahwa hari matahari rata-rata berubah dari tahun ke tahun sehingga tidak cocok lagi dijadikan sebuah standar. Pada tahun 1967, dengan menggunakan jam atom, yaitu alat yang bekerja berdasarkan getaran suatu atom tertentu, telah didefinisikan standar waktu yang baru.
Dengan menggunakan jam atom, satu sekon adalah waktu 9,192,631,770 kali periode gelombang elektromagnetik (radiasi) yang dipancarkan karena transisi antara dua aras hiperhalus pada keadaan dasar atom Caesium-133. Dalam kehidupan sehari-hari, selain detik digunakan pula satuan yang lain seperti menit, jam, dan hari. Satuan ini merupakan kelipatan dari satuan yang lainnya, contohnya satu menit = 60 sekon, 1 jam = 60 menit, dan 1 hari = 24 jam. Untuk satuan hari dan tahun perlu kehati-hatian mengingat satuan-satuan ter-
sebut terkait dengan gerak bumi dalam sistem tata surya kita. Satuan hari dan tahun tergantung dari planet tempat pengamatan dilakukan (lihat Bab 4).
Standar kuat arus.Berdasarkan kesepakatan internasional, sebagai standar kuat arus listrik ditetapkan ampere (A). Satu ampere didefinisikan sebagai besar kuat arus yang bila dialirkan pada masing-masing kawat dari dua kawat sejajar berdiameter amat sangat kecil yang panjangnya tak terhingga dan terpisah oleh jarak 1 meter dalam ruang hampa, akan menimbulkan gaya sebesar 2 x 10-7 newton di antara kedua kawat itu untuk setiap meter panjang kawat.
Standar suhu.Berdasarkan kesepatakan internasional pula, sebagai standar suhu ditetapkan derajat kelvin (K).Sebelum derajat kelvin ini, sebagai standar suhu orang menggunakan derajat celcius yang menetapkan titik beku air 0oC dan titik didih air 100oC pada tekanan 1 atmosfer. Derajat Kelvin juga menggunakan acuan yang sama yaitu titik beku air dan titik didih air. Pada skala kelvin, titik beku air pada tekanan atmoster ditetapkan 273,15 K, dan titik didih air 373,15 K.
Standar intensitas cahaya.Standar intensitas cahaya juga mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu.Pada awalnya, sebagai standar intensitas cahaya orang menggunakan lilin, kemudian diganti dengan kandela, berdasarkan pada radiasi benda hitam sempurna saat mencapai titik lebur platina.Kemudian, secara internasional kembali diberikan definisi baru mengenai standar intensitas cahaya. Satu candela didefinisikan sebagai intensitas cahaya monokromatik atau radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu sumber pada frekuensi tertentu (540 terrahertz atau 5,4.1014 hertz) dengan intensitas radiasi sebesar 1,46.10-3 W/sr dalam arah pancaran tersebut.
Standar jumlah zat.Untuk standar jumlah zat, secara internasional ditetapkan sebagai mol (mole). Satu mol suatu zat terdiri dari 6,022 x 1023 buah partikel yang nilainya sama dengan bilangan Avogadro.
Tabel 2.7 berikut merangkum uraian tentang standar untuk masing-masing besaran di atas.
Tabel 2.7 Standar Besaran-Besaran Pokok
Besaran
Satuan
Simbol
Definisi
Panjang
Meter
m
Satu meter adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa selama interval waktu 1/299.792.458 detik
Massa
Kilogram
kg
Satu kilogram sama dengan massa sebuah silinder pejal yang terbuat dari campuran platina-iridium yang disimpan di the International Bureau of Weights and Measures di Sèvres, Perancis.
Waktu
Detik
dt
Satu detik adalah 9,192,631,770 kali periode radiasi (gelombang elektromagne-tik) yang dipancarkan karena transisi anta-ra dua aras hiperhalus pada keadaan dasar atom Caesium-133.
Arus listrik
Ampere
A
Satu ampere didefinisikan sebagai besar kuat arus yang bila dialirkan pada masing-masing kawat dari dua kawat sejajar berdiameter amat sangat kecil yang panjangnya tak terhingga dan terpisah oleh jarak 1 meter dalam ruang hampa, akan menimbulkan gaya sebesar 2 x 10-7 newton di antara kedua kawat itu untuk setiap meter panjang kawat.
Suhu Termodinamis
Kelvin
K
Titik beku air pada tekanan atmoster ditetapkan 273,15 K, dan titik didih air 373,15 K.
Jumlah zat
Mole
mol
Satu mol suatu zat terdiri dari 6,022 x 1023 buah partikel yang nilainya sama dengan bilangan Avogadro.
Intensitas cahaya
Candela
cd
Satu candela didefinisikan sebagai intensi-tas cahaya monokromatik atau radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu sumber pada frekuensi tertentu (540 terrahertz atau 5,4.1014 hertz) dengan intensitas radiasi sebesar 1,46.10-3 W/sr dalam arah pancaran tersebut.

      1. Besaran Ekstensif dan Intensif
Suatu besaran disebut besaran ekstensif jika besar atau magnitudenya bersifat aditif yakni dijumlahkan dari bagian-bagiannya. Sebagai contoh adalah besaran massa dan volume. Jika tersedia seonggok daging yang massanya 1 kg dan sepotong gula merah 0,5 kg, maka secara keseluruhan massa daging dan sepotong gula merah itu adalah 1,5 kg, yakni merupakan jumlahan dari massa daging dan massa gula.
Suatu besaran disebut besaran intensif bila besarnya tidak tergantung dari penambahan subsistem. Sebagai contoh adalah besaran massa jenis. Dua potong kayu masing-masing memiliki massa jenis 0,9 kg/m3. Bila kayu itu kemudian disambung, maka massa jenisnya tidak berubah, yakni tetap 0,9 kg/m3. Jadi, massa jenisnya tidak manjadi duakali massa jenis masing-masing potongan. Contoh lain adalah tekanan dan temperature.

      1. Contoh
  1. Satuan panjang yang biasanya di pakai dalam kajian astrofisika dan astronomi adalah satu tahun cahaya.Satu tahun cahaya bukanlah satuan waktu. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa selama satu tahun. Sebagai contoh, galaksi Bimasakti berupa cakram yang berdiameter 200.000 tahun cahaya. Sistem tata surya kita dengan matahari sebagai pusatnya kira-kira berada di sekitar pusat cakram itu. Oleh karena itu sebuah bintang yang terletak di pinggir galaksi Bimasakti memiliki jarak 100.000 tahun cahaya dari kita di bumi. Bila kita melihat sebuah bintang (dengan teleskop) yang berada di pinggir galaksi Bimasakti, maka yang terlihat oleh kita sesungguhnya adalah bintang tersebut 100.000 tahun yang lalu sebab cahaya membutuhkan 100.000 tahun untuk sampai ke mata kita dari sejak meninggalkan bintang tersebut. Barapa meterkah satu tahun cahaya, bila kecepatan cahaya dalam ruang hampa 299.792.458 meter/detik?
Satu tahun sama dengan 365 hari. Satu hari ada (24)(60)(60 dt) = 86400 dt. Oleh karena itu, satu tahun ada (365)(86400 dt) = 31536000 detik = 3,1536 ´ 107 dt. Jadi, satu tahun cahaya sama nilainya dengan
(299.792.458 meter/detik)( 3,1536 ´ 107 dt) = 9,454254955 ´ 1015 meter
@9,4543 ´ 1015 meter.
  1. Jarak quarsar paling jauh yang teramati dari bumi adalah 1,4 1026 meter. Maka quarsar dari tahun berapakah sesungguhnya yang kondisinya teramati dari bumi saat ini?
Bila dikonversi ke satuan tahun cahaya, maka jarak quarsar tersebut adalah
tahun cahaya = 1,48 ´ 1010 tahun cahaya.
@1,5 ´ 1010 tahun cahaya.
Jadi, quarsar yang teramati oleh kita sekarang ini sesungguhnya adalah quarsar pada waktu 1,5 ´ 1010 tahun yang lampau. Karena satu tahun ada 3,1536 ´ 107 detik, maka jangka waktu 1,5 ´ 1010 tahun sama lamanya dengan (1,5 ´ 1010)(3,1536 ´ 107 dt) @ 4,7 ´ 1017 detik. Padahal umur jagad raya adalah 5 ´ 1017 detik. Jadi, quarsar yang kita lihat adalah quarsar 0,3 ´ 1017 detik setelah jagad raya kita lahir. Begitulah cara kita mengintip masa lalu jagad raya kita.
  1. Secara luas dipahami bahwa unsur-unsur seperti alumunium, besi, belerang dan lain-lain tersusun atas atom-atom sejenis. Massa atom suatu unsur X dapat dihubungkan dengan massa molar unsur itu. Massa molar unsur X, ditulis saja sebagai mX, adalah massa total seonggok unsur X yang terdiri dari 6,022 x 1023 buah atom unsur X itu. Bilangan NA= 6,022 x 1023 disebut bilangan Avogadro. Jadi,
massa atom unsur X = .
Sebuah kubus alumunium yang memiliki massa jenis 2,7 g/cm3 memiliki volume 0,20 cm3. Berapa banyak atom yang dikandung oleh kubus alumunium itu?
Tulislah sebagai m massa kubus itu dan r massa jenisnya. Massa kubus itu diberikan oleh
m = r´ volume kubus = (0,27 g/cm2) (0,20 cm3) = 0,54 g.
Dapat dilihat dalam tabel unsur-unsur bahwa massa molar alumunium adalah 27 g. Artinya, dalam setiap 27 g alumunium terdapat NA= 6,022 x 1023 butir atom alumunium. Oleh karena itu dalam kubus alumunium yang massanya 0,54 g terdapat
× 6,022 x 1023 = 1,2 x 1022 butir atom alumunium.
Tabel 2.8 Konversi satuan panjang
1 mil = 1609 m = 1,609 km
1 kaki = 0,3048 m = 30,48 cm
1 m = 39,37 inci = 3,281 kaki
1 inci = 0,025 m := 2,54 cm
  1.  
    1.  
      1. Dimensi
Istilah dimensi dalam ilmu fisika memiliki dua pengertian khusus yang berbeda.Yang pertama berkaitan dengan keleluasaan gerak sebuah benda. Sebuah manik-manik yang dibiarkan begitu saja di atas meja akan dapat bergerak lebih leluasa dibandingkan dengan manik-manik yang diuntai pada seutas kawat yang kaku. Manik-manik yang diuntai pada seutas kawat kaku itu akan bergerak hanya sepanjang kawat itu saja. Dikatakan bahwa manik-manik yang diuntai tinggal dalam ruang yang dimensinya lebih rendah dibandingkan manik-manik yang dibiarkan bebas di atas meja. Manik-maik yang diutai dikatakan “hidup” dalam ruang satu dimensi, sedang manik-manik yang dibiarkan bebas di atas meja dikatakan hidup pada ruang dua dimensi jikalau tidak ada kemungkinan terangkat dari permukaan meja. Pengertian istilah dimensi yang kedua terkait dengan besaran. Inilah yang akan dibicarakan di sini.
Dengan satuan apapun, jarak suatu gugus bintang dari bumi adalah besaran panjang. Entah dengan satuan meter, tahun cahaya atau satuan tradisional semacam sejengkal, sedepa dan lain sebagainya, jarak gugus bintang tersebut tetaplah besaran panjang. Oleh karena itu jarak memiliki dimensi panjang. Demikian pula untuk selang waktu, akan dinyatakan dengan satuan apapun, entah dengan detik, menit, jam, atau entah dengan satuan-satuan waktu yang lain, selang waktu tetaplah selang waktu. Ia memiliki dimensi waktu.
Pada awalnya dimensi merupakan nama yang diberikan kepada setiap besaran yang terukur. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dimensi diartikan pula sebagai cara untuk menyusun suatu besaran dengan menggunakan huruf atau lambang tertentu yang ditempatkan dalam kurung persegi.
Setiap besaran fisika hanya mempunyai satu dimensi. Misalnya dimensi untuk besaran panjang ditetapkan [L].Panjang, lebar, tinggi, kedalaman dan diameter merupakan besaran yang sama, yaitu besaran panjang. Oleh karena itu memiliki dimensi panjang. Demikian pula untuk besaran-besaran pokok yang lain. Dimensi untuk massa dan waktu berturut-turut ditulis sebagai [M] dan [T]. Selanjutnya, dimensi untuk besaran turunan diperoleh berdasarkan dimensi besaran-besaran pokoknya. Berdasarkan kenyataan ini, dimensi sering pula diartikan sebagai cara untuk menyusun suatu besaran berdasarkan besaran-besaran pokoknya. Dimensi bermanfaat misalnya untuk mengingat-ingat bentuk persamaan-persamaan dalam fisika dan memeriksa apakah perhitungan-perhitungan yang dilakukan telah sesuai. Kegunaan dimensi yang lain adalah untuk menguji apakah suatu persamaan yang tersusun dari berbagai besaran fisis sudah tepat atau belum. Dapat pula digunakan untuk menjelaskan adanya kesetaraan dua besaran fisis yang secara sekilas terlihat berbeda.
Penentuan dimensi suatu besaran turunan dapat dilakukan dengan mengetahui satuan besaran itu dinyatakan dengan satuan-satuan besaran pokok.. Andaikan suatu besaran memiliki satuan m.kg.dt3, maka dimensi besaran itu adalah [L][M][T]3.
Tabel 2.9 Lambang dimensi besaran pokok
No
Besaran pokok
Lambang
1
2
3
4
5
6
7
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Arus listrik
Intesitas cahaya
Jumlah zat
L
M
T
I
J
N
Tabel 2.10 Dimensi beberapa besaran turunan
No
Besaran
Satuan
Lambang
1
2
3
Kelajuan
Volume
Massa jenis
m/s
m3
kg.m-3
LT-1
L3
ML-3

Materi Dan Perubahannya
A. Materi
Apakah yang di sebut materi?Materi adalah segala sesuatuyang mempunyai massa dan  menempati ruang (mempunyai volume ).Segala benda di alam semesta, termasuk tubuh kita merupakan materi. Materi terdapat 3 macam wujud: Liquid( cair ), solid ( padat ), dan gas.
Sifat sifat materi dapat dikelompokan menjadi  sifat ekstensif dan sifat intensif, sifat ekstentif ialah sifat yang bergantung pada bentuk, ukuran dan jumlah zat.  Massa dam Volume adalah 2 sifat eksentif yang banyak dikemukakan dalam ilmu pengetahuan alam. Sifat intensif adalah sifat yang tidak ditentukan oleh bentuk, ukuran dan jumlah zat.

B. Perubahan Materi
1. Perubahan Fisis
yaitu perubahan  yang tidak menghasilkan zat baru.yang berubah hanyalah bentuk dan wujud tanpa mengubah jenis zat tersebut. ex : air membeku menjadi es, dan es mencair menjadi air.
2. Perubahan Kimia
yaitu perubahan  yang menghasilkan zat baru. ex: kayu terbakar menghasilkan arang atau abu.
ÑTabel pengamatan Perubahan Materi
Perubahan Fisis
Perubahan Kimia
  1. Pembakaran Logam Nikel
Kawat nikel dibakar pada nyala api alat pembakaran Bunsen. Nikel terbakar membara. Ketika di dinginkan, logam itu kembali pada wujud semula.
  1. Pembakaran logam magnesium
Pita magnesium di bakar pada nyala Bunsen. Magnesium terbakar dengan menimbulkan cahaya terang, dan menghasilkan abu berwarna putih.
  1. Pelarutan garam dapur
Sesendok garam dapur dimasukan ke dalam air suling pada gelas kimia, dan diaduk sampai larut. Jika larutan ini dipanaskan sampai semua air menguap maka garam dapur diperoleh kembali.
  1. Pelarutan logam natrium
Dengan menggunakan tang, sekeping natrium dimasukan secara hati hatipada permukaan air suling di gelas kimia. Natrium larut disertai sedikit ledakan. Jika air diuapkan, kita memperoleh zat padat putih. Zat ini juga larut dalam air, tetapi tidak menimbulkan ledakan.
  1. Pemanasan secara lemah
Panaskan belerang dalam tabung reaksi dengan api yang lemah (nyala kuning). Tabung digoyangkan terus-menerus. Setelah belerang meleleh, pemanasan dihentikan. Ketika didinginkan, belerang menjadi padat kembali seperti semula.
  1. Pemanasan secara kuat
Panaskan belarang dalam sendok porselin dengan api yang kuat (nyala biru). Belerang meleleh, dan lamban lun jumlahnya berkurang. Akhirnya sendok itu kosong dan timbul gas yang berbau seperti bau korek api yang terbakar.
C. REAKSI KIMIA
Suatu perubahan kimia lebih sering disebut dengan istilah reaksi kimia.Kata kerja “bereaksi” selalu berarti “membentuk zat baru”.Zat semula kemudian berubah disebut Pereaksi (reaktan), sedangkanzat baru yang terbentuk disebut Hasil reaksi (produk).
Ada 4 macam petunjuk yang menandai berlangsungnya suatu reaksi kimia, yaitu:
  1. Pembentukan gas
  2. Pembentukan endapan
  3. Perubahan warna
  4. Perubahan suhu.
Dibawah ini tercantum beberapa percobaan yang dapat diperagakan di kelas, cukup dengan menggunakan tabung reaksi.
ÑBeberapa Perubahan dalam Reaksi Kimia
Zat zat yang direaksikan
Pengamatan
  1. Logam seng atau magnesium dengan larutan asam klorida
( Zn atau Mg + HCl)
  1. Terbentuk gelembung – gelembung gas
  1. Larutan timbal (II) nitrat dengan larutan kalium iodida
( Pb(NO3)2 + KI )
  1. Terbentuk endapan kuning
  1. Larutan kalium kromat dengan larutan asam klorida.
( K2CrO4 + HCl )
  1. Warna kuning berubah menjadi jingga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar